Uniknya Gereja Lalibela Di Afrika
Uniknya Gereja Lalibela Di Afrika
Afrika selalu identik dengan sabana dan kehidupan binatang-binatang liar seperti yang banyak dimunculkan di televisi. Begitu jugalah apa yang ada di benak banyak orang ketika membayangkan benua Afrika. Benar memang jika di Afrika terdapat banyak taman nasional serta cagar alam, tapi Afrika pun sama seperti benua lainnya yang memiliki kehidupan modern.
Di Afrika, terutama utara Etiopia, Lalibela dikenal sebagai kota yang kecil dan sepintas kota ini normal-normal saja. Hanya saja, rupanya kota kecil ini menyimpan sebuah situs luar biasa, yaitu gereja bawah tanah yang memang dibangun dengan minimnya teknologi di sekitar abad ke-12. Saat memasuki area gereja ini, akan terdapat ornamen keagaaman memenuhi sudut-sudut ruang gereja ditambah dengan lapisan kayu, kuningan dan emas yang melapisi ornamen lain.
Para peziarah yang datang ke sana akan disambut oleh beberapa pastur yang sudah biasa setiap harinya duduk di dalam gereja sambil membaca Alkitab. Ada juga ruangan misterius yang terkesan agak mengerikan karena berdebu dan gelap; itulah ruangan yang dipenuhi dengan banyak tulang yang merupakan tulang-tulang jenazah biarawan di sana dan para pastur serta biarawan di gereja ini menganggapnya sebagai benda suci. Lihat juga Alkitab dengan teks tulisan tangan asli dari biarawan dan Alkitab ini dibuat dengan kulit kambing sebagai bahan utamanya.
Buka dari jam 6 pagi sampai 12 siang, lalu dilanjutkan dari jam 2 siang sampai 5 sore.
Pengunjung anak-anak usia 9 hingga 13 tahun: USD 25 atau sekitar Rp 345 ribu.
Pengunjung dewasa: USD 50 atau sekitar Rp 690 ribu.
Pengunjung anak-anak di bawah 9 tahun serta warga Etiopia tanpa paspor asing tidak akan kena biaya masuk. Tour Murah

Komentar
Posting Komentar